Senin, 29 Februari 2016

Cerita baris

1 maret 2016
Perasaan merindu semakin dalam dan serasa ingin meluap. Aku hanya merasakan hadirmu dalam hatiku. Tak apa,asal hati masih merasakan hal yang sama, sakitnya menahan untuk tak melihat bisa aku tekan dalam-dalam.
Mungkin suatu saat, saat aku sudah bahagia denganmu dimasa depan, aku akan kembali mengingat hari ini dan tertawa.
Karena aku percaya hatiku. Sejak awal aku mencintaimu juga dari hati bukan mata.
Aku percaya pada apa yang aku rasakan. Entah bagaimana akhirnya, itu bukan wewenang kita. Kita hanya harus menjaganya tetap berbunga dengan sabar, tulus dan kepercayaan.

24 mei 2016
tepat sehari sebelum 5 annive, semua terlihat begitu rumit.
aku percaya tak ada usaha yang sia - sia. namun karena kesalapahpahaman, seperti terasa jauh.
awalnya aku memang begitu bingung, aku ingin sekali - kali egois berbahagia dengan hidupku sendiri, tapi lagi - lagi, aku masih memikirkan perasaan orang yang tak pernah memikirkan perasaanku. dan aq mengorbankan perasaan orang yang benar - benar tulus menyayangiku.
aku memang begitu malu, aku merasa sangat bersalah. aku berfikir bagaimana caraku menebus kesalahan mereka padamu. kadang kala aku berfikir, jikalau aku lari denganmu, apa aku akan menyakiti hati lain lagi?
pikiran seperti itu lagi - lagi membuatku bingung.
aku ingin, sangat ingin, sekali - kali tak memikirkan perasaan orang lain dan bahagia dengan caraku sendiri.
tepat hari ini aku memutuskan untuk mengambil kesempatan egoisku.
aku mengurus paspor yang akan kugunakan lari padamu.
mungkin saat ini kau terlanjur muak denganku, tapi aku percaya satu hal, aku percaya pada perasaanku, aku memahami hatimu.


28 mei 2016
Pernah denger pepatah ini " siapa yang begitu mencintai, akan banyak tersakiti".

Dy skrang telah membeciku.
Membeci sebesar ia pernah mencintaiku.
Aku pantas dapatkan itu.

Sebenarnya aku begitu mencintainya juga, begitu memperjuangkannya dengan caraku.
Aku ingin kamu dihargai oleh mereka.
Namun, aku tak memperhatikan sudut pandangmu. Aku mrmang bersalah.

Posisi apa ini?
Aku ingat dulu alm. Ayah mengajarkanku untuk menyenangkan banyak orang, melarangku untuk menyakiti hati orang lain.
Tapi sepertinya aq sudah melanggar nasehat itu. Ada banyak hati yang telah aku sakiti. Bahkan ayah, orang- orang yang disebut keluarga pun tak pernah mengganggap aku benar. Aku selalu salah dimata mereka.
Aku berusaha menjaga perasaan merrka sampai aq mengorbankan hati orang yang benar" menyanyangiku.
Dan sekarang ayah, orang itu begitu membenciku. Dy ingin aku merasakan sakit hati, seperti sakit hatinya yang telah aku buat.
Ayaah...posisi apa ini?
Apa aku ikut denganmu saja?

Apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahan orang- orang itu padanya dan keluarganya ayaah?

Dia orang baik ayah.
Berulang kali aku ceritakan ini bukan.
Aku tak pernah meragukan kebaikannya.
Dy sekarang begitu membenciku ayah.
Terlihat begitu benci.

Aku hidup untuk apa? Toh hidup hanya mrnyakiti hati orang.
Harusnya tempatku di neraka kan ayaah?
Ajak aku denganmu saja.
Ayaah bahkan sekarang semua orang mengutukku, ibu, suaminya, kakak, dan dy jg.
Mungkin jikalau ayaah ada semua tak serumit ini.
Tapi entahlah, semua sudah terjadi. Aku hanya akan bertahan semampuku. Saat aku sudah tak mampu, aku akan pergi juga.

11 juni 2016
Tak semua yang terlihat itu benar. Adakalanya seseorang memperluhatkan krbhaguannya bukan karena dia bahagia, tapi karena ia sudah tak mampu lagi menutupi kesedihannya.
Yang ia tunjukkan hanyakah sebagai topeng kesedihannya. Karna ia tak sepenuhnya bahagia.
Kau tau, dunia kadang memag selucu itu.
Seseorang yang selama beberapa tahun menjadi segalanya, busa saja sekarang mrnjadi biasa saja.
Itulah hati manusia. Sering berubah-ubah.
Kau pernah dengar, bahwa pengharapan yang paling mengecewakan adalah berharap pada manusia. Ia mungkin memang benar adanya. Tapi terkadang perasaan sayang membuatnya begitu berharga. Hanya mampu berkata, ' tidak apa-apa. Kau sudah melakukan yang terbaik. Kau sudah membuat keputudan besar untuk mencintai tanpa harus megharapkan balasan. Semua akan baik saja. Dan semakin lama semakin baik-baik saja.'

Terkadang aq ingat beberapa quote melo di social media. Agak alay namun terkadang benar adanya. ' cinta itu saling membahagiakan, adkalanya kau harus melelasnya pergi bukan karna kau tak mencuntainya lagi, tapi kamu merasa dy lebih bahagia tanpamu'.

Kau tau, baru sekali dalam hidupku aku mrrasakan sesuatu yang terkadang aq sndri bgung menjelaskanya. Seperti perasaan dimna kau begitu meginginkan seseorang dalam hidupmu, kau hanya membayangkan masa deoan dengannya, kau hanya ingat dy dalam setiap harimu dan srlalu memyebutnya dalam doa. Hanya nama itu, tak pernah  yang lain. Tapi entah, Tuhan tak kunjung berikan jakan terang. Ntah ini untuk menguji kesabaranmu, atau Tuhan ingin melihat lebih usahamu.

Dalam tangis aq tak pernah merasakan kepuasan. Memunggu hari demi hari, munggu demi minggu, bulan demi bulan, atau bahkan tahun demi tahun. Selalu menunggu dan berharap suatu saat hari bahagia itu akan dataang. Namun lagi- lagi entah, belum kunjung datang juga.

Perasan rindu yang awalnya bisa aku tekan dalam-dalam, kinu mulai mencuat, penuh tanya dan harapan.

Tetapi aku sudah mengambil keputusan dan menaggung segala konsequensinya.
Aq memilih untuk tetap mencintaimu dan memunggumu. Tapi ada sekilas dalam hati inginkan kepastian, tapi itu bukan apa-apa. Melihatmu bahagia sudah cukup membuatku bahagia juga, aku tak pernah takut akan ancamanmu tentang membuatku lebih sakit hati darimu. Aku hanya akan menukmati setiap prosesnya. Aku juga tak terlalu banyak berharap kau akan seperti dulu lagi. Setidaknya sekatang, aku lebuh meherti arti mencintai dan menyanyai yang sesungguhnya, bahagiamu bahaguaku juga, meski tak ada aku didalamnya. :-) |:"(|

13 juni 2016
Hari ini aku baru tau kalo semuanya uda berakhir. Aku juga baru tau kronologis ceritanya.
Aku yang dulu pernah begitu ingin dia lihat, kini dy serasa jijik melihatku.
Aku yang dulu pernh jadi angan masa depan, kini sudah tidak lagi.
Dia begitu ingin aq menghilang. Tak apa mrmang itu semua salahku. Keluarganya juga pasti tak trima dan pasti membenciku.
Aku berfikir bagaimna caraku meminta maaf. Agar aku bisa meneruskan hidupku.
Aku harus mulai beljar berjalan lagi, sndiri, pelan-pelan. Aku harus berusaha berdiri lagi.
Berat, ini yang terberat.
Aku harus melakukan yang terbaik dihidupku, agar aku mati dengan bangga.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;